Fatal Bukan Untung, Judi Online Justru Bikin Buntung!

Fatal Bukan Untung, Judi Online Justru Bikin Buntung!

Ironi perjudian di kalangan masyarakat sudah terlalu memprihatinkan. Banyak yang berpikir dengan berjudi online mereka akan mendapat keuntungan berlipat ganda. Bagi sebagian orang mungkin benar, tapi bagi sebagian lainnya, mereka justru diintai bahaya dadu online. Jerat hutang kian melebar. Bahkan bisa jadi seseorang tak sanggup menyisakan apapun untuk kehidupannya. Bagi orang yang berhasil lepas dari jerat judi online, mereka adalah orang-orang yang beruntung. Pasalnya, banyak orang yang tak mampu lepas dari kebiasaan judi online. Ada juga orang yang sempat berhenti dari kebiasaan ini, namun kemudian ‘kambuh’ lagi. Ketika ada kesempatan disertai kerinduan berjudi, banyak mantan pejudi yang lantas kembali berjudi. Apakah judi online sungguh mendatangkan keuntungan?

Alasan seseorang berjudi

Bicara soal judi, mari kita lihat terlebih dahulu latar belakang seseorang berjudi online. Secara umum, ada dua faktor yang menyebabkan seseorang berjudi.

1. Iming-iming keuntungan besar

Kebanyakan orang memiliki keinginan melakukan judi online karena diimingi keuntungan yang berlipat luar biasa. Sayangnya hal ini tidak disertai logika bahwa keuntungan tersebut tidak untuk semua pemain yang terlibat. Dari sekian banyak orang yang turut serta berjudi online, hanya ada satu atau mungkin beberapa yang beruntung. Sisanya? Tentu saja buntung! Tetapi entah mengapa para pejudi online ini masih saja terus berjudi. Hal ini terjawab oleh seorang psikolog asal Amerika yang bernama Mark Griffiths. Mark yang merupakan psikolog dari Nottingham Trent University melakukan survei terhadap 5.500 responden terkait perilaku judi ini. Hasilnya, motif keuntungan yang besar disertai potensi kerugian yang jauh lebih besar bukanlah alasan satu-satunya.

2. “Rasa yang berbeda”

Alasan kedua setelah keuntungan ialah adanya “rasa yang berbeda” yang dimiliki seorang pejudi online saat ia melakukan judi tersebut. Mengenai survei yang dilakukan Mark tersebut, rasa yang dimiliki seorang pejudi online inilah yang mendorong seseorang untuk kembali berjudi walau sudah pernah merasakan gagal berulang kali. Rasa ini bisa juga membuat seseorang yang sudah lama berhenti berjudi jadi kembali berjudi sekali pun ia tahu bahaya judi dadu online yang dimainkannya. Rasa ini dipicu oleh dua hormon dalam tubuh manusia, yakni hormon adrenalin dan hormon endorfin. Kedua hormon ini juga merupakan hormon yang mempengaruhi emosi seseorang, seperti emosi seorang wanita saat sedang datang bulan. Hal yang menarik adalah bahwa ketika seseorang kalah saat berjudi, kedua hormon ini pun masih tetap dihasilkan di dalam tubuh yang justru menambah hasrat untuk kembali bermain sampai menang.

 

Mengetahui faktor penyebab judi online tersebut, baiknya para pejudi online mulai berpikir logis. Kesadaran diri untuk menghindari perbuatan yang buruk adalah hal penting untuk membantu upaya berhenti berjudi. Upaya ini sangat penting karena judi online akan menimbulkan berbagai dampak buruk. Salah satu yang sangat mudah dijumpai adalah bunuh diri. Jadi, marilah berhenti berjudi online sebelum terlambat!